Kamis, 06 Januari 2011 - 13:00:47 WIB
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Pendidikan - Dibaca: 464 kali

YOGYAKARTA - Sedikitnya 50 persen labola-torium (Lab) yang dimiliki Perguruan Tinggi Agama Islam (PTAI) di Indonesia belum memenuhi standar nasional. Kendala utamanya adalah persoalan dana yang tidak memadai dan tidak tersedia.
Rektor Universitas Cokroaminoto Yogyakarta (UCY), Drs H Zulkifli Halim, menyebut, paling banyak baru 50 persen laboratorium di PTAI yang sudah memenuhi standar nasional, bahkan ada di antaranya yang berstandar internasional. "Yang selebihnya memang harus lebih banyak dibina dan melakukan kerja sama dengan PTAI lain", demikian disampaikan di sela-sela Workshop Penelitian Ilmu Dasar Manajemen dan Pengembangan Laboratorium Bagi Peningkatan Kualitas dan Daya Saing PTAI, di Yogyakarta, Selasa (21/12).
Workshop dihadiri para pengelola laboratorium dari 72 PTAI di Indonesia, termasuk enam Universitas Islam Negeri (UIN) dan 14 Institut Agama Islam Negeri (LAIN) di Indonesia. Berlangsung hingga 23 Desember 2010, workshop ini sukses digelar atas kerja sama Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, UIN Sunan Kalijaga, dan Universitas Cokroaminoto Yogyakarta (UCY).
Zulkifli mengakui, masalah dana menjadi kendala terbesar untuk peningkatan labolatorium, terutama di PTAI swasta. Itu karena sumber pendanaan di PTAI swasta sebagian besar dari mahasiswa. Masalah lain adalah sumber daya manusia yang mengelolanya. "Perkembangan teknologi juga menjadi kendala tersendiri karena itu juga harus diikuti agar peralatan yang dimiliki tetap up to date," ujarnya.
Karena itulah, kata dia, melalui workshop ini diharapkan ada solusi bersama bagi peningkatan laboratorium di PTAI di Indonesia. Salah satu gagasan yang akan dikembangkan untuk mengatasi masalah tersebut, menurut dia, adalah pembentukan jaringan laboratorium PTAI.
Jaringan Laboratorium ini nantinya dibangun berdasarkan pertimbangan kondisi geografis PTAI. "Melalui langkah itu maka peningkatan kualitas laboratorium di PTAI bisa ditingkatkan," tuturnya.
Dekan Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Cokroaminoto Yogyakarta (UCY) yang juga Ketua Pelaksana workshop, Drs Hilman Haroen P, mengatakan, laboratorium bagi PTAI merupakan aset yang berharga dalam pengembangan kualitas pendidikan.
"Karena itu, diperlukan mekanisme manajemen/ pengelolaan yang responsif dan akomodatif terhadap semua perkembangan yang ada, sehingga bisa memberikan nilai tambah," dia menuturkan lebih lanjut.
Workshop laboartorium yang baru pertama kali digelar ini juga menghadirkan Perwakilan Islamic Development Bank untuk Indonesia yang selama ini telah ikut serta memberikan dukungan dana bagi pembentukan beberapa laboartorium di Universitas Islam Negeri di Indonesia. Di dalam kegiatan ini juga terlontar berbagai gagasan untuk lebih mengembangkan sebuah laboratorium terpadu. dengan terbentuknya konsep laboratorium terpadu, akan lebih mudah dan terarah dalam mengembangkan dan mendayagunakan aset-aset laboratorium. Tentu saja ini dimaksudkan selain untuk memperkaya dan memperdalam wawasan keilmuan mahasiswa, juga dimaksudkan untuk menambah daya saing perguruan tinggi bersangkutan.








Pengunjung hari ini
Total pengunjung
Pengunjung Online 





